• 29th May
    2012
  • 29

Journey to Motherhood #2

Jadi begini.
Kira-kira sekarang dedeknya sedang memasuki bulan ke 3. Berarti sudah 3 bulan saya jadi Ibu (aih). Tapi…..
Kelakuan.kok.ya.belom.kaya.istri.apalagi.ibu. -_____-
Karena mungkin belom terlalu berasa perutnya, kadang saya “lupa” ada bayi di perut. Jalan masih sradak sruduk. Kelakuan masih acakadut. Obrolan juga masih nyampah. Padahal dulu yang saya bayangkan kalo jadi ibu tuh, saya jadi kaya ibu-ibu di iklan susu itu lho. Kebayang kan?
Nah jadi kadang saya suka ngobrol singkat dengan si dedek ini. Sekedar menyapalah. Contoh: halo adek lagi apa? “Yang kuat ya sehat sehat walaupun ibu kuliah.”
Dan baru malam ini saya sadar: kok pas saya ngomong sama dia suara saya malah niruin bocah bukannya malah suara ibu-ibu lembut???
So I have this habit (err not habit. Lets call it specialty muahaha) making a voice like a child. My friends said that it’s annoying, but my husband said it’s cute. So as a great wife I choose to listen to my husband hahaha..
Tapi malam ini saya sadar ada yang aneh. Saya kan harusnya perannya jadi ibuuuuuu.. Hue.. Mungkin nanti kalo anaknya udah lahir saya bisa beneran kaya ibu-ibu iklan susu itu kali ya? Only matter of time kan ya? Ya? Ya? :)))

  • 22nd May
    2012
  • 22

4th.

Dini hari setelah shalat malam.
I: hun, bangun. Udah mau jam 4.
M: he eh.
I: hun, ayo bangun.
M: iya mi bangun tar alarm mi jam 4.
I: hun, selamat 4 bulanan.
M: he eh…
I: sekarang tanggal 22.
M: iya, selamat 4 bulanan.
I: ihh gitu doank??
M: I love you *balik meluk guling, lanjut tidur*
Muauahahahaha saya yang tidur bukan kombinasi rekan ngobrol yang baik. :))

Jadi penebusan kekurangaseman dini hari tadi, ditulis disini ya.. Happy 4th monthversary Mohammad Indra.. Now there are 3 of us. ;) thank you thank you thank you. :) :) :)

  • 11th May
    2012
  • 11

Journey to Motherhood #1

Apa perubahan paling signifikan pada diri saya setelah buncit bermanfaat? (yak, ini namanya buncit bermanfaat, karena akhirnya buncit memang karena ada isinya :)))

Bagi saya, yang paling signifikan adalah Ayahnya terpaksa jadi nomor 2. Saya sudah jaraaaang sekali memasak. Biasanya sore menjelang malam adalah waktu saya memasak untuk si Kaka, tapi apadaya, di masa-masa ini, malam ke pagi adalah saatnya saya lemas luar biasa. Mencium bau dapur, bau parfum, atau bau-bau menyengat lainnya membuat saya ingin memuntahkan isi makanan yang tidak seberapa. Untunglah ada si Papa, kakek siaga yang mengambil alih tugas memasak. Mama juga tidak kalah sigap mengirimkan lauk dua kali seminggu. Dan saya? Hanya berperan sebagai onggokan daging di dalam kamar, tidak mampu berbuat apa-apa. Kalaupun saya harus ke dapur, maka saya memakai masker. Berlebihan?Well,silahkan survey singkat ke ibu-ibu hamil muda lainnya.

Tetapi, kelemasan dan ketidakberdayaan itu tidak berlaku kalau saya sudah berada di luar rumah. Di kampus, saya segar bugar tidak peduli pulang jam berapa. Jalan-jalan? Wihhh, energi full! Pokoknya kalau sudah keluar rumah, salto pun kayanya bisa :)) . Ini antara anaknya yang jaim, atau anaknya tukang jalan-jalan ya? Hmm, saya mau ambil sisi positifnya, anak ini akademisi, makanya kalau di kampus tampil prima. Huehehehe..

Kehamilan di saat perkuliahan ini sebenarnya sedikit melenceng dari perencanaan kami sebelumnya. Namun sepertinya si dedek sudah tidak sabar untuk bertemu Ayah Ibunya, jadi yang namanya rejeki patut disyukuri toh? Berarti menurut Allah, insyaAllah kami mampu menjadi orangtua di saat keduanya sedang melanjutkan pendidikan dan bahkan terkadang masih keteteran mengurusi hidup berdua.

Nah, beberapa rencana akhirnya harus disusun kembali. Terutama terkait perkuliahan saya di profesi psikologi. Ada 3 kemungkinan:

1. Tetap hajar lulus 4 semester kalau persalinan normal dan Ibu serta anak sehat walafiat. Tapi berarti empot-empotan di awal semester baru karena sudah menyandang status baru.

2. Tidak mengambil magang di semester empat. Cuti sampai bulan februari, dan berarti kemungkinan lulus semester 5. Plusnya adalah kalau sama-sama lancar, jadi wisuda bareng kaka :D

3.Mengambil cuti full satu semester. Plusnya ya jadi lebih santai dan fokus ke dedeknya. Tapi kuliahnya jadi lama bangeeetttt

Intinya sih, alternatif manapun yang diambil nantinya, jangan sampai mengorbankan masa dini si dedek bayi. Di psikologi, 1 tahun pertama dikenal sebagai tahapan Trust VS Mistrust. Pada tahap ini anak mencoba membangun kepercayaan dengan orang terdekatnya. Nah kalo pas tahap ini saya malah jauh dari si anak,berabelah sudah.

Semoga jalan manapun yang nanti diambil, Allah mudahkan. Aamiin… Baik-baik ya di perut Ibu, dek :*

  • 9th May
    2012
  • 09

Menjadi psikolog itu sekaligus berlatih sebagai sebagai ahli bahasa. Lisan dan tulisan. Apa yang kita bicarakan, apa yang kita tulis, harus dapat dipahami dengan mudah oleh orang lain, agar mereka tau apa yang sebenarnya mereka hadapi. Menjadi psikolog dilarang keras sok keren dengan memakai banyak jargon/istilah psikologi yang rumit. Pengetahuan yang luas itu percuma sia-sia kalau yang curhat malah gak ngerti si psikolog ngomong apa. Dan pulang dari psikolog bukannya tambah ngerti diri sendiri, malah makin bengong.

Saya harus harus harus rajin ngeblog lagi. Saya harus bisa membuat cerita saya lebih mengalir lagi. Saya harus bisa membuat orang-orang mengerti apa yang saya maksud di pikiran saya. Saya masih harus belajar banyaaaaakkk sekaliiii!

  • 3rd May
    2012
  • 03
Assalamu’alaikum om tante :D :D :D
Aku umurnya 8 minggu.. Kalo lancar insyaAllah tgl 12 desember hadiiir :D
Doain aku dan ibu sehat ya… Ayahnya juga semoga makin semangat kerja dan sabar ngadepin ibu! Huehehe.. 
C u on the next update :D

Assalamu’alaikum om tante :D :D :D
Aku umurnya 8 minggu.. Kalo lancar insyaAllah tgl 12 desember hadiiir :D
Doain aku dan ibu sehat ya… Ayahnya juga semoga makin semangat kerja dan sabar ngadepin ibu! Huehehe..
C u on the next update :D

  • 12th April
    2012
  • 12

Laki-laki dan Klub Sepakbola

Saya terbangun kira-kira jam setengah 4 subuh. Di sebelah, ia juga sudah tampak bangun sambil melihat handphone. Saya mengintip sedikit apa yang sedang ia lihat. Ternyata ia sedang memantu livescore, aplikasi di ipin yang isinya update skor2 pertandingan sepakbola. Wajahnya tampak ditekuk.
M: MU kalah ya kak?
I: He eh. *manyun*

Ini bukan kali pertama. Suatu malam, ketika terbangun, seperti orang mengigau, ia langsung mengambil handphone, dan tak lama kemudian ia tersenyum lebar.
M: MU menang ya?
I: *tersenyum lebar seperti anak kecil yang dibelikan sepatu baru.

Hahaha lelaki dan sepakbola…

  • 7th April
    2012
  • 07
did-you-kno:

The research found that the prior listening to happy music significantly enhanced the perceived happiness of a face and likewise listening to sad music significantly enhanced the perceived sadness of a face, and this music-induced effect was maximal when the face was emotionally neutral.
Source

Wow!

did-you-kno:

The research found that the prior listening to happy music significantly enhanced the perceived happiness of a face and likewise listening to sad music significantly enhanced the perceived sadness of a face, and this music-induced effect was maximal when the face was emotionally neutral.

Source

Wow!

  • 29th March
    2012
  • 29
did-you-kno:

Watching just a short bit of the wildly popular show “SpongeBob SquarePants” has been known to give many parents headaches. Psychologists have now found that a brief exposure to SpongeBob, Patrick Squidward and the rest of the crew also appears to dampen preschoolers’ brain power.
Source

syeraaaam

did-you-kno:

Watching just a short bit of the wildly popular show “SpongeBob SquarePants” has been known to give many parents headaches. Psychologists have now found that a brief exposure to SpongeBob, Patrick Squidward and the rest of the crew also appears to dampen preschoolers’ brain power.

Source

syeraaaam

  • 24th March
    2012
  • 24

muhammadakhyar:

in go(l)d we trust? hahaha

theeconomist:

The price of gold has risen five-fold in little more than a decadeour video explainer illustrates why. But what does this mean for the future of money?

asik nih ngejelasinnya.. :)

  • 24th March
    2012
  • 24

#Randomly us.

*nonton sherlock the series*

I: kaka g suka bgt dah kl adegan2nya ngaget2in gini.
M: *menunggu sepi* (teriak)Aaaaaaakkk!!
I: *kalem*
M: kok g teriak kak?
I: ya itu mah g ngagetin. Suaranya kaya burung gagak gitu.
M: *manyun*