Karena jatuh cinta (lagi) ke suami itu..
Semudah ngeliatin dia ngangkat kardus aqua
Semurah dibeliin kwetiau malem-malem di abang dok dok
Sesederhana merhatiin mukanya pas lagi kegirangan nonton bolaMaybe i am way too easy to be happy.
Or maybe being happy really is that easy.
- 19th May
2013 - 19
- 16th May
2013 - 16
Happy 5 months my little girl… I love you to the moon and back!
- 13th May
2013 - 13
Cerita dari Zara untuk Takita
Halo Takita! perkenalkan, kakak adalah seorang ibu baru dari bayi yang sekarang berusia 5 bulan. Zara namanya :)
Zara memang baru 5 bulan, tapi hobinya bercerita!ocehannya memang masih “aiueo” sih, tapi mendengarkannya saja sudah membuat Kakak senang.hihihi.. Selain bercerita, Zara juga senang mendengarkan cerita dari Kakak.. Kalau Kakak sedang membacakan cerita, waahh mukanya serius luar biasa seperti ini.

Zara juga suka baca buku sendiri lhoo.. Liat nih gayanya kalau lagi seru baca buku..
Tapi kadang-kadang kakak iseng liatin Zara buku kuliah. Jadinya begini deh…

Hehehehehe… Zara baru usia 5 bulaaan. Buku yang sedikit warna warninya memang belum pas buat Zara :D
Takita, kadang kalau Kakak kehabisan buku cerita untuk dibacakan ke Zara, kakak suka mengarang cerita sendiri. Bahkan kakak pernah medapatkan ide cerita dari lirik lagu ”My Bonnie” dengan cerita “Putri Duyung”. Lho kok bisa?hahaha.. Takita tahu kan lirik lagu My Bonnie?
“My Bonnie is over the ocean…My Bonnie is over the sea…”
Naah karena si Bonnie lagi tersesat ke laut, jadi Kakak modifikasi deh ceritanya Bonnie ketemu dengan Ariel si Putri Duyung. jadi di cerita baru ini, Ariel menolong Bonnie yang tersesat sampai bertemu kembali dengan pemiliknya. Hihihi..aneh ya ceritanya? Tapi Zara tetap suka… Apalagi kalau Kakak bercerita sambil berekspresi, gerak sana sini, dan tidak lupa ganti-ganti intonasi. Wuiiih Zara bisa senyam senyum dan tertawa selama Kakak bercerita.. :)
Memang untuk bercerita itu gak mesti selalu harus ada bukunya. Kalau memang sumber bacaan terbatas, orang tua harus kreatif dengan membuat cerita sendiri. Gak susah kok..Hampir semua benda yang ada di sekitar kita bisa dijadikan ide bercerita. Asalkan cerita yang disampaikan punya insight ya.. Makin banyak jenis cerita, makin banyak juga deh informasinya. Jadi yang diceritain gak melulu cerita si Kancil yang mencuri timun..hehehe..
Oiya, mungkin Takita belum tahu, kalau Kakak mendalami psikologi. Nah,Kakak merasa malu kalau teori-teori yang Kakak dapatkan selama kuliah tidak Kakak praktekkan pada Zara. Padahal Kakak tahu teorinya, kalau sering mengajak bercerita maka perkembangan emosi anak menjadi positif, dan juga mampu meningkatkan kemampuan berbahasa. Lihat saja contohnya Takita yang pintar karena sering diajak bercerita..hihihi..
Kakak memang masih tergolong sangat baru menjadi seorang Ibu. Maka dari itu Kakak masih butuh banyak belajar dari orang tua lain yang mendidik anak-anaknya sejak dini. Syukurlah banyak surat balasan untuk Takita yang menceritakan tentang pengalaman mereka sebagai orang tua. Kakak merasa sangat terbantu. Terimakasih Takita.. Tetap semangat menulis surat ya.. :)
Posting ini diikutkan Program Keluargaku Pendidikanku oleh Takita dan BlogFam
- 3rd May
2013 - 03
Seperti yang Tuhan katakan, dunia memang indah.. Warna warni..
Aku tersenyum melihat keindahan ini.
Tersenyum ke arah Ibu ku
Ah.Tapi dia tidak sedang melihatku, matanya terpaku ke suatu benda
Belakangan aku tau, smartphone namanya.
Jeda beberapa lama, barulah ia melihatku, ibu tersenyum dan mengajakku bermain.
Terlambat memang, tapi aku senang…
Erghhh. Sulitnya mengeluarkan tangan yang tertimpa tubuhku ini
Satu..dua.. Erghhhhh. Berlatih tengkurap sangat menguras energiku
Erghh.. ah. Akhirnya. Aku bisa menopang badanku sendiri.
Mana ibu? Aku yakin ia akan senang melihat kemajuanku ini.
Tapi ibu sedang terpaku pada smartphone nya
Aku memandangnya agar ia mengalihkan perhatian padaku
Berhasil! Ibu melihat ke arahku. Ia memujiku.. “anak hebat” katanya
Terlambat memang, tapi aku senang
“Pada suatu hari.. hiduplah seorang putri…”
Ah..aku paling bahagia jika ibu membacakan cerita untukku.
Banyak hal baru yang aku ketahui dari cerita ibu
“Ting!” Smartphone ibu berbunyi.
Ibu kembali asyik tersenyum sendiri.
Aku mulai terbiasa dengan hal ini. Dan kipas angin yang berputar pun selalu menjadi pengganti hal yang dapat kuamati.
Ya…jika ibu sedang bersama smartphone nya,kipas angin ini tampak menarik sekali…
————————————————————————————————————————————
“Kamu kalau Ibu ngomong jangan sambil main handphone dong. Gak sopan namanya sama orangtua.”
Dalam hati aku tertawa. Bukannya dulu, ibu juga berlaku yang sama padaku?
- 1st May
2013 - 01
- 1st May
2013 - 01
Pindah Lapak Psikologi
Atas saran seorang teman yang merupakan calon pengganti Tifatul sembiring di tahun 2040, maka tulisan-tulisan yang bertema psikologi resmi dipindahkan ke http://etalapsi.wordpress.com/ .
Jadi, tumblr hanya akan mengakomodasi foto-foto zara, pengalaman pribadi, ataupun wejangan pernikahan ala Bu mimi :))))))
Mampir-mampir yaaachhh ceman-ceman ke wordpressnyaaah..
rajin-rajin yaaach mimichi nulis serius di wordpressnyaah hehe..
Sekian dan terimakimchi! :*
- 23rd April
2013 - 23
parenting for dummies #6
Yang punya anak/ponakan/anaknya temen yang usia 4 bulan, merapat! hoho.. Sekarang saya mau sharing hasil baca-baca tentang perkembangan anak usia 4 bulan yang sebagian besar saya dapat dari buku perkembangan Laura Berk. Iya, ini textbook psikologi :)))) Enaknya belajar psikologi ya ini…Textbooknya aplikatif :D
Mulai yo..
1. Anak usia 4 bulan sedang mulai mengamati struktur tubuh. Contohnya Zara kalau di dekat saya, suka megang-megang wajah saya, dan kadang malah nyakar -.- Nah sebagai orang tua, mulai kenalkan anggota tubuh pada anak. Misalnya nih bayi lagi megang pipi, ngomongin: “Ini pipi ibu..” Terus pindahkan tangannya ke pipinya sendiri sambil bilang “Ini pipi zara..”
2. Mulai ajari bayi konsep perhitungan. Saya lagi suka-sukanya nyanyiin lagu 10 little indians buat Zara. Selain itu,terkait dengan poin pertama, konsep hitungan bisa diperkenalkan sekaligus. misalnya “Pipi ibu ada dua..”
3. bayi makin mengenal warna. Nah jadi ketika bayi lagi megang-megang mainannya, usahain untuk diperkenalkan dengan warna warna.. Contoh: “Ini bola warna merah.. yang ini kuning…”
4. Latih kekuatan tangan bayi dengan bermain “baby gym”. ini berguna buat dia karena sedang sering-seringnya menopang tubuh pas tengkurep.
5. Bayi sudah memahami emosi dari lawan bicaranya. jadi rajin-rajin senyum ya :D
sekian duyuu… semoga bermanfaat ;)
- 19th April
2013 - 19
- 19th April
2013 - 19
The Kartinians
Tadi di jalan dekat rumah saya, saya melihat seorang anak perempuan memakai kebaya, rambut disanggul, dan hiasan di kepala. Manis sekali.. Barulah saya ingat kalau besok hari Kartini. Pemandangan tadi membuat saya teringat tentang pawai Kartini pertama dan satu-satunya yang pernah saya ikuti ketika SD.
Sebagai keluarga dengan 3 anak, menyewa baju daerah untuk pawai kartini adalah kebutuhan tersier untuk keluarga saya. Akhirnya Mama memiliki ide untuk memakaikan kebaya lamanya, kemudian diikat sedemikian rupa agar pas di badan saya. Rambut saya dicepol tanpa hiasan bando goyang-goyang di kepala.
Jadi,sistem pawai di sekolah ketika itu adalah, nama murid-murid perempuan disebut satu persatu, lalu kami akan berlenggak lenggok di lapangan sambil seorang guru menyebutkan nama dan asal baju daerah yang dikenakan. Tibalah giliran saya untuk berkeliling lapangan, guru menyebutkan nama saya “Hanifa asra silmi… dengan baju daerah dari………….” gurunya cuma diam. Iyah dia bingung kayanya ini baju daerah dari mana :)))) Sampai saya selesai berkeliling lapangan, tidak ada kalimat lanjutan selain penyebutan nama saya tadi. Miris yaak :)) Yang saya rasakan saat itu? Jujur sejak Mama memakaikan saya kebaya itu, saya merasa sedih dan sedikit malu. Apalagi ketika sampai di sekolah saya melihat teman-teman saya memakai baju daerah warna warni, make up, dan tidak lupa hiasan manis di kepala. Saya iriiiiii sekali. tapi kalau sekarang diingat-ingat sih saya malah terharu. Jadi Ibu memang harus pintar-pintar yah. Di satu sisi Mama harus menyelamatkan keuangan keluarga, di sisi lain beliau berusaha agar anaknya tetap memakai “baju daerah”.
Well, mungkin peringatan hari Kartini dengan pawai baju daerah sebaiknya diganti dengan acara lain kali yah..Pawai baju daerah lebih baik dijadikan sebagai salah satu cabang lomba aja kalau memang masih mau diadakan. Karena di balik warna warni baju tersebut, sedikit banyak ada beberapa anak yang merasa kecil hati dengan baju yang ia kenakan, dan ada beberapa orang tua yang sebenarnya hidup pas-pasan.
-catatanhatianakyangduluberkecilhati-
-ituderitaloajasihmi :)))-
Adioooos amigoooos
- 6th April
2013 - 06
In the end of time
Nenek saya sedang sakit.. Parah… Penyakit tua sih intinya, karena tidak ada penyakit spesifik.. Tadi ketika menjenguk nenek di HCU, saya mendapati pemandangan Om saya sedang memeluk nenek dari belakang, sebagai sandaran nenek yang ingin duduk. Mama memegang nenek dari depan. Pemandangan itu terus terbayang sampai sekarang..
Dulu, di akhir hidup Inyik (kakek), beliau didampingi oleh nenek. Berdua saja. Sore hari waktu itu..
Sekarang, saat nenek sedang (mungkin) menuju waktu terakhirnya, anak-anaknya yang bergantian mendampingi.
Wallahualam memang, bisa saja Allah memberikan kesempatan pada kami untuk bersama Nenek lebih lama lagi.. Pinta saya hanya satu, ringankanlah sakit yang ia rasakan.
Pemandangan tadi membuat saya membayangkan, di akhir waktu saya nanti, siapakah yang akan mendampingi?
semoga bukan sepi.


